Thursday, 27 March 2014

Wavin Gas, Pipa Non Besi Untuk Instalasi Gas

Wavin Gas
Supplier Pipa - Dalam hal instalasi gas, kebutuhan pipa dengan tingkat kekuatan stabil sangat diperlukan. Dalam hal ini, jenis pipa besi sering menjadi solusi. Sayangnya, hal tersebut sering tak sesuai harapan, terutama karena masalah karat yang sering terjadi pada jenis pipa lain. Solusinya, adalah dengan menggunakan pipa non besi atau thermo plastik, salah satunya produk Wavin Gas.

Dibanding dengan jenis pipa besi, pipa dengan bahan thermo plastic atau biasa dikenal dengan istilah Pipa PE. Memiliki karakter yang istimewa, karakter pipa ini bisa mencapai usia lebih lama ketimbang pipa jenis besi. Karena usia pengguaan pipa besi sering dipersingkat karena masalah karat.

Belajar dari jenis pipa tersebut, jenis pipa thermo plastik kemudian diperkenalkan untuk dapat digunakan menggantikan pipa besi dalam hal instalasi saluran gas. Kebutuhan jenis pipa yang tak mudah bocor, kuat, dan tahan terhadap perubahan lingkungan sekitar, kemudian memperkenalkan instalasi saluran gas dengan pipa PE.

Jenis pipa ini kini sudah mulai gampang ditemukan dipasar, salah satunya produk pipa Wavin, Wavin Gas. Produk ini ditawarkan dalam dua varian dengan karakter tekanan yang berbeda satu dengan yang lain.
Diantaranya, jenis pipa PE80 dan Pipa PE100. Kedua pipa ini memiliki ketebalan berbeda satu dengan yang lain dengan angka SDR 11 dan SDR 17. Masing-masing produk pipa dipresentasikan dengan warna, kuning untuk PE80 dan oranye untuk PE100.

Berbeda dengan pipa HDPE hitam, pipa MDPE dan HDPE Wavin Gas, memiliki bahan baku yang berbeda. Sehingga untuk aliran gas, jenis pipa ini memiliki tingkat ketahanan yang baik. Diantaranya tingkat keretakan yang rendah, tapi memiliki tingkat elastisitas yang tinggi. Selain itu, pipa ini juga mampu bertahan di suhu rendah, dan tak mudah bereaksi dengan bahan kimia.

Dalam penerapannya, jenis pipa ini memiliki tingkat kerusakan rendah, sehingga dapat dipakai hingga jangka waktu 50 tahun. Berbeda dengan jenis pipa HDPE Hitam atau Wavin Black, jenis pipa Wavin Gas tak bisa digunakan untuk berbagai keperluan. Karena seperti namanya, jenis pipa ini hanya bisa digunakan untuk instalasi saluran gas dengan beragam ukuran diameter.


Dalam hal penyambungan, pipa Wavin Gas biasanya bisa dilakukan dengan dua varian teknik. Yakni, dengan cara penyambungan butt fusion dan teknis polyfusion. Penyambungan Butt Fusion, biasanya menggunakan mesin penyambung Walding Mechine, sepertihalnya teknik penyambungan yang dilakukan dengan pipa HDPE. Sementara untuk Polyfusion, teknis penyambungan biasanya dilakukan dengan cara lebih sederhana, dengan menggunakan mesin penyambung Polyfusion. Mesin ini biasanya digunakan untuk menyambung pipa ukuran kecil, tak kurang dari 3 inci.

Thursday, 20 March 2014

Distributor Resmi Pipa Wavin

CV Aneka Pratama, distributor resmi pipa Wavin yang berlokasi di Surabaya Jawa Timur. Kami menyediakan beragam produk pipa unggulan Wavin, diantaranya Pipa HDPE “Wavin Black”, Pipa PVC “Wavin Standard”, Rucika, Pipa PVC SNI “Wavin Safe&Lok”, Pipa PPR “Wavin Tigris dan sebagainya.

Selain pipa, kami menyediakan beragam aksesoris penyambungan pipa dari jenis diameter dan bentuk yang bervariasi. Selain itu, Kami juga menyediakan mesin penyambung pipa atau yang biasa disebut Welding Machine dengan dua variasi. Mesin manual dan hydrolist.

Untuk informasi produk dan pemesanan, silahkan hubungi :

Adi Cahyo
Mobile, Whatsapp & SMS: 085850444378 / 087855812473
Phone : 031-5685639
Pin : 7650901A
Adress : Jl. Kutai 67 Surabaya

Wednesday, 26 February 2014

Tips Merawat Instalasi Pipa HDPE




Meski dikenal memiliki karakter pipa paling tahan lama, dalam hal perwatan, jenis pipa HDPE juga tak bisa lepas dari perlakuan khusus yang intensif. Selain menjaga saluran berjalan dengan benar, perawatan yang baik akan memperpanjang usia penggunaan pipa.

Dalam riset yang dilakukan dibawah Wavin Ltd. Belanda, pipa berbahan dasar plastik berdensitas tinggi atau High Density Poly Ethylene (HDPE), memiliki usia rata-rata penggunaan 50 tahun. Hanya saja dalam kondisi tertentu, usia penggunaan bisa lebih pendek, sementara di satu sisi, waktu ini bisa diperpanjang sedemikian rupa.

Ini artinya, dalam kondisi tertentu yang tak menguntungkan, fungsi pipa biasanya akan lebih cepat usang ketimbang usia penggunaan rata-rata. Dan sebaliknya jika dirawat dengan baik dan benar, maka usia penggunaan pipa bisa lebih lama dari rata-rata.

Untuk itu, dalam hal perawatan Pipa HDPE, ada beberapa hal yang bisa Anda perhatikan. Berikut diantaranya :

Persiapan dan maping yang baik dan benar. Sepertihalnya pipa yang lain, jenis pipa berbahan dasar plastik berdensitas tinggi ini memiliki karakter ukuran. Yang artinya setiap karakter memiliki batasan yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Oleh karena itu, untuk menggunakan pipa agar memiliki usia yang maksimal, peraturan diatas mutlak harus dilakukan.

Dalam hal ini pipa harus dipasang dengan benar, berikut fitting yang digunakan. Seperti misalnya, pipa yang digunakan dari jenis PN 10, cocok untuk jenis fitting dengan PN yang sama (10). Sementara untuk yang digunakan harus juga disesuaikan dengan tekanan. Seperti PN 10 untuk tekanan 10 bar, PN12.5 untuk tekanan yang sama dan sebagainya.

Jauhkan pipa dari besi. Benda seperti besi baik besar atau kecil yang menempel di pipi sering berdampak kurang baik pada usia penggunaan pipa. Dalam hal ini bekas karat yang ditinggalkan dapat merusak permukaan atas pipa.

Hindarkan dari benda runcing atau pipa tertindih material berat. Beberapa material yang lancip sering berdampak buruk pada usia penggunaan pipa. Dalam hal ini, perhatikan material yang dapat membahayakan saat melakukan instalasi pipa.

Penggunaan material yang benar, dengan perawatan pipa yang optimal akan membuat saluran pipa HDPE Anda dapat berusia maksimal. Jadi, saat melakukan hal ini, hindarkan beberapa gangguan kecil yang mungkin akan berdampak besar kedepannya.

Monday, 20 January 2014

Karakter Sambungan Pipa HDPE yang Benar


Menggunakan teknik Butt Fusion, untuk menyambung pipa HDPE atau PPR, pada dasarnya tak luput dari kesalahan. Sekecil apapun hal tersebut dilakukan, biasanya akan berdampak cukup siknifikan, dan artinya, sambungan tidak terjadi dengan sempurna sehingga mudah patah, rusak dan tidak sesuai dengan harapan.

Beberapa hal sederhana yang sering diabaikan dalam proses penyambungan pipa dengan welding machine adalah tekanan yang dibutuhkan, waktu dalam pemanasan, jenis pipa yang disambung dan presisi sambungan yang harus benar-benar sesuai dengan sambungan. Bukan hal mustahil, jika beberapa tahap ini diabaikan dan mengalami kesalahan, maka hasil sambungan yang dihasilkan sering kurang maksimal, dan mudah patah.
Berikut penjelasan soal kerusakan yang sering terjadi karena beberapa kesalahan yang dilakukan diatas :

Masalah tekanan.
Disadari atau tidak, masalah tekanan dalam menyambung pipa memegang peranan yang signifikan dalam hal membuat proses sambungan yang baik dan benar. Dalam hal ini, terlalu kuat tekanan yang diberikan, biasakan akan membuat sambungan menyempit di tengah dan menghasilkan karakter yang tidak maksimal. 

Sebaliknya, terlalu lemah tekanan pada saat proses penyambungan, membuat karakter sambungan juga tidak melekat sesuai harapan. Dampaknya, beberapa kali pipa digunakan (Dengan tekanan), kebocoran, kerusakan atau sambungan yang jebol sangat mungkin terjadi.

Umumnya, tak ada standar pasti tekanan pipa yang akan disambung. Karena berdasarkan material, diameter dan standar tekanan (PN), kebutuhan tekanan akan berbeda satu dengan yang lain. Jam terbang dan pengetahuan tentang sambungan pipa yang baik dalam hal ini memegang peranan penting dalam hal ini.

Pemanasan,
Pemanasan pada sistem penyambungan but fussion dengan welding machine pada dasarnya dilakukan dengan menggunakan plat khsus. Plat ini memiliki dua sisi yang dapat digunakan untuk memanaskan dua pipa (atau fitting) dalam satu waktu.

Proses pemanasan biasanya dilakukan dengan sederhana, dalam hal ini, perubahan bentuk ujung pipa sering menjadi standar, apakah waktu pemanasan yang dilakukan sudah cukup atau belum. Terlalu lama akan membuat pipa kehilangan banyak bahan baku dibagian ujung. Begitu pula dengan terlalu cepat, tak akan memberi ujung sambungan yang sesuai dengan harapan (Dengan karakter yang akan disambung).

Selain itu, meski dapat menggunakan sistem sambungan yang sama, dengan sistem but fusion menggunakan welding maschine, tapi dua jenis pipa tak dapat disatukan. Seperti jenis pipaHDPE (PE100) dan jenis pipa PPR (PE80). Jika disatukan dengan sistem pemanas dan disambungkan tak akan menciptakan persenyawaan yang sempurna. Sehingga sambungan mudah putus dan rusak.

Cara pemasangan yang kurang presisi,
Dalam welding machine, terdapat sebuah clamp atau pengikat pipa agar tidak bergeser saat disambungkan. Alat ini akan mengikat kencang dua pipa atau fitting yang akan disambungkan. Lakukan simulasi, dan ukur apakah ujung keduanya saling bertemu untuk memastikan sambungan terjadi dengan sempurna. Tanpa perhitungan yang matang, kesalahan pemasangan berupa karakter ujung pipa yang merekat tidak sebagaimana mestinya tak mustahil akan terjadi.

Monday, 13 January 2014

Mengenal Fitting Injection Molded Untuk Pipa HDPE




Salah satu variasi penyambungan pipa HDPE adalah fitting jenis injection Molded. Seperti namanya, aksesoris ini dibuat dan dicetak sedemikian rupa dari pabrik, sehingga dapat langsung digunakan sebagai media sambungan pipa dengan menggunakan mesin pemanas pipa, atau yang biasa kita kenal dengan Welding Machine.

Dibanding dengan compression joint, perlengkapan sambung IM (Injection Molded) tidak dapat disambung secara manual. Karena perlu proses pemanasan untuk mengambung aksesoris ini dengan pipa atau sambungan yang lain.

Proses penyambungan aksesoris biasanya tak ubahnya penyambungan dengan pipa. Dimana ujung pipa akan dipanaskan sampai meleleh sebelum akhirnya disatukan satu dengan yang lain. Seperti karakter pipa, jenis sambungan ini memiliki kekuatan yang hampir sama, bahkan lebih kuat, jika semua cara dilakukan dengan baik dan benar.

Pada dasarnya cara penyambungan dengan cara ini tidak hanya bisa dilakukan dengan cara Injection Molded saja, tapi juga dapat dilakukan dengan sistem fitting segmented. Fitting segmented biasanya dilakukan dengan menggunakan bahan pipa yang dipotong-potong, sehingga didapat belokan untuk kebutuhan sambungan pipa tertentu. Sementara untuk sambungan IM, cara ini telah disiapkan terlebih dahulu, karena pada dasarnya fitting tersedia sejak awal dari pabrik (Buatan pabrik).

Selain sistem pembuatan yang berbeda, bahan baku kedua fitting yang dapat disambung dengan cara yang sama ini berbeda satu dengan yang lain. Bila segmented joint terbuat dengan bahan yang sama, jenis fitting IM terbuat dari thermo plastik PP. Bahan yang sama digunakan untuk jenis pipa PPR, yang biasa digunakan untuk saluran air panas dan dingin bertekanan.

Tak hanya itu, jika pada segmented join fitting dibedakan berdasarkan PN (Seperti pipa HDPE). Sementara untuk tipe IM, varian PN tidak berlaku, ini artinya, fitting bisa digunakan dengan pipa dari beragam jenis PN.
Jenis sambungan dengan mesin, seperti IM pada dasarnya sangat cocok untuk sambungan pipa berdiameter besar. Berbeda dengan sistem compression joint yang lebih cocok untuk sambungan pipa berdiameter kecil atau dibawah 4 inci kebawah.

Bagi ukuran populer, IM biasanya sangat mudah dijumpai di pasaran. Hanya saja, tak semua ukuran kadang ready stock. Seperti ukuran 225mm (8”), 75mm (2-1/2) yang jarang digunakan oleh konsumen. Sehingga proses produksinya jarang sekali dilakukan. Hal ini yang membuat material agak susah dicari dipasaran.

Thursday, 9 January 2014

Kenapa Tekanan Pipa HDPE Saya Tidak Sesuai?

Pipa HDPE

Kebocoran karena tekanan yang terlalu besar pipa HDPE adalah hal wajar yang  sering terjadi karena ketidak jelian kita menggunakan pipa untuk proses instalasi. Tapi apa jadinya jika kita sudah benar memilih pipa dengan PN tertentu sesuai dengan tekanan, tapi tetap saja rusak? Faktor apa yang sering tertinggal di kita saat melakuakan instalasi? Jika hal ini sering terjadi pada Anda, bisa jadi berikut alasannya.

Sebagai pipa untuk saluran air bertekanan, variasi kebutuhan pipa sering didasarkan atas beberapa karakter, salah satunya satuan PN. Standar ini biasanya berlaku satu hitungan untuk ketentuan standar nasional (Indonesia) atau internasional.

Lalu, apakah satuan tekanan ini bisa salah, mengingat kejadian diatas bisa saja terjadi? Atau apakah ada kesalahan dari cara pemasangan yang membuat instalasi pipa bekerja tidak sesuai dengan harapan?
Pada dasarnya banyak elemen yang sering berpengaruh dalam hal proses instalai pipa HDPE. Selain pemilihan aksesoris yang tepat, sistem pemasangan yang baik dan teknik sambung yang benar, faktor lain diluar hal tersebut adalah lingkungan. Dalam hal ini suhu udara, karena instalasi sering berbeda jika dilakukan di beberapa jenis suhu.

Seperti halnya pipa yang lain, suhu sering berpengaruh pada kondisi pipa saat digunakan sebagai media saluran. Karena hal ini bisa berarti, perubahan suhu bisa berpengaruh pada kualitas pipa, meski secara fisik (dari luar), kondisi pipa tampak baik-baik saja, alias tidak terjadi perubahan yang signifikan.

Pada dasarnya, pipa dengan bahan baku polietilen berdensitas tinggi ini diproduksi untuk kondisi ekstrem. Dimana jenis ini mampu bertahan di lingkungan beku sampai kawasan dengan suhu sampai 70°C. Material yang baik, seakan menjamin pipa tak mudah rusak, jika digunakan sesuai saran , atau sesuai dengan tekanan atau PN (Pressure Nominal) yang digunakan.


Karena peningkatan suhu biasanya akan berdampak pada penurunan kualitas karakter PN sebuah pipa. Ini artinya, kekuatan tekanan pipa HDPE akan berkurang seiring peningkatan suhu lingkungan sekitar.

Wednesday, 18 December 2013

Tips Instalsai pipa PPR




Meski dibuat dengan bahan baku istimewa, prosedur instalasi pipa PPR tetap harus dipatuhi agar instalasi memiliki usia seperti yang diharapkan. Meski kadang Anda merasa sudah benar (Dalam    proses instalasi), bisa jadi karena hal kecil seperti di bawah, kegiatan yang Anda lakukan jadi sia-sia.

Pada dasarnya, produk pipa berbahan dasar Polypropylene digunakan untuk saluran air panas dan dingin bertekanan. Bahan yang lebih baik dari material PVC membuat pipa jenis ini memiliki usia penggunaan lebih lama. Berikut tips instalasi pipa yang mungkin akan berguna untuk Anda :

Selalu menggunakan komponen produk yang direkomendasikan. Pada dasarnya, aksesoris fitting pipa memiliki bentuk yang hampir sama satu dengan yang lain. Seperti pipa HDPE dan Pipa PPR. Meski sama, aksesoris PPR yang dipasang dengan jenis pipa HDPE akan bertolak belakang dan tidak bersenyawa. Sehingga saat disambung bahan ini sering patah, dan begitu pula sebaliknya.

Selalu perhatikan suhu lingkungan sekitar saat melakukan penyambungan. Pada dasarnya, proses penyambungan harus dilakukan di suhu lingkungan tertentu. Diantaranya suhu yang tak terlalu dingin, atau minimal 5°C. Sementara itu, untuk keperluan melengkungkan pipa, suhu yang diperlukan tak kurang dari 15°C.

Untuk hasil yang maksimal, hindarkan pipa dari benda-benda yang dapat merusak. Seperti benda dengan permukaan tajam dan keras. Karena sedikit gesekan saja jika dibiarkan akan berakibat fatal bagi seluruh instalasi pipa secara keseluruhan.

Seperti halnya pipa plastik, jauhkan material dari sumber panas atau api. Karena umumnya hal ini akan berdampak serius untuk kontak dalam waktu yang agak lama. Untuk itu, saat pemasangan, jauhkan sumber panas atau api dari bagian pipa (Kecuali ujung yang hendak disambung).

Untuk mendapatkan hasil sambungan yang maksimal, jangan lupa gunakan seal teflon dan sealing compound. Prosedur ini biasanya berlaku untuk berbagai jenis pipa, baik pipa PVC sampai pipa besi. Hal ini juga berlaku untuk jenis pipa propylene.

Hindari kerusakan dengan melindungi pipa propylene dari las pipa besi. Biasanya kerusakan akibat penyambungan dengan pipa besi biasanya sering didapat dari jenis pipa PPR. Untuk itu saat disambungkan, usahakan melindungi pipa ini dari proses pemanasan.

Saat melakukan uji tekanan pada pipa dan sambungan, sebaiknya dilakukan tahapan yang benar. Diantaranya menggunakan penutup pipa (Pada ujung), sehingga didapat tekanan konstan di seluruh sambungan pipa.

Untuk melakukan prosedur yang benar, sehingga didapat usia pemakaian yang maksimal, maka Ikuti proses penyambungan sesuai dengan prosedur. Karena sedikit saja kesalahan yang terabaikan, akan berdampak sangat signifikan pada pemasangan pipa PPR di kemudian hari.