Wednesday, 26 February 2014

Tips Merawat Instalasi Pipa HDPE




Meski dikenal memiliki karakter pipa paling tahan lama, dalam hal perwatan, jenis pipa HDPE juga tak bisa lepas dari perlakuan khusus yang intensif. Selain menjaga saluran berjalan dengan benar, perawatan yang baik akan memperpanjang usia penggunaan pipa.

Dalam riset yang dilakukan dibawah Wavin Ltd. Belanda, pipa berbahan dasar plastik berdensitas tinggi atau High Density Poly Ethylene (HDPE), memiliki usia rata-rata penggunaan 50 tahun. Hanya saja dalam kondisi tertentu, usia penggunaan bisa lebih pendek, sementara di satu sisi, waktu ini bisa diperpanjang sedemikian rupa.

Ini artinya, dalam kondisi tertentu yang tak menguntungkan, fungsi pipa biasanya akan lebih cepat usang ketimbang usia penggunaan rata-rata. Dan sebaliknya jika dirawat dengan baik dan benar, maka usia penggunaan pipa bisa lebih lama dari rata-rata.

Untuk itu, dalam hal perawatan Pipa HDPE, ada beberapa hal yang bisa Anda perhatikan. Berikut diantaranya :

Persiapan dan maping yang baik dan benar. Sepertihalnya pipa yang lain, jenis pipa berbahan dasar plastik berdensitas tinggi ini memiliki karakter ukuran. Yang artinya setiap karakter memiliki batasan yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Oleh karena itu, untuk menggunakan pipa agar memiliki usia yang maksimal, peraturan diatas mutlak harus dilakukan.

Dalam hal ini pipa harus dipasang dengan benar, berikut fitting yang digunakan. Seperti misalnya, pipa yang digunakan dari jenis PN 10, cocok untuk jenis fitting dengan PN yang sama (10). Sementara untuk yang digunakan harus juga disesuaikan dengan tekanan. Seperti PN 10 untuk tekanan 10 bar, PN12.5 untuk tekanan yang sama dan sebagainya.

Jauhkan pipa dari besi. Benda seperti besi baik besar atau kecil yang menempel di pipi sering berdampak kurang baik pada usia penggunaan pipa. Dalam hal ini bekas karat yang ditinggalkan dapat merusak permukaan atas pipa.

Hindarkan dari benda runcing atau pipa tertindih material berat. Beberapa material yang lancip sering berdampak buruk pada usia penggunaan pipa. Dalam hal ini, perhatikan material yang dapat membahayakan saat melakukan instalasi pipa.

Penggunaan material yang benar, dengan perawatan pipa yang optimal akan membuat saluran pipa HDPE Anda dapat berusia maksimal. Jadi, saat melakukan hal ini, hindarkan beberapa gangguan kecil yang mungkin akan berdampak besar kedepannya.

Monday, 20 January 2014

Karakter Sambungan Pipa HDPE yang Benar


Menggunakan teknik Butt Fusion, untuk menyambung pipa HDPE atau PPR, pada dasarnya tak luput dari kesalahan. Sekecil apapun hal tersebut dilakukan, biasanya akan berdampak cukup siknifikan, dan artinya, sambungan tidak terjadi dengan sempurna sehingga mudah patah, rusak dan tidak sesuai dengan harapan.

Beberapa hal sederhana yang sering diabaikan dalam proses penyambungan pipa dengan welding machine adalah tekanan yang dibutuhkan, waktu dalam pemanasan, jenis pipa yang disambung dan presisi sambungan yang harus benar-benar sesuai dengan sambungan. Bukan hal mustahil, jika beberapa tahap ini diabaikan dan mengalami kesalahan, maka hasil sambungan yang dihasilkan sering kurang maksimal, dan mudah patah.
Berikut penjelasan soal kerusakan yang sering terjadi karena beberapa kesalahan yang dilakukan diatas :

Masalah tekanan.
Disadari atau tidak, masalah tekanan dalam menyambung pipa memegang peranan yang signifikan dalam hal membuat proses sambungan yang baik dan benar. Dalam hal ini, terlalu kuat tekanan yang diberikan, biasakan akan membuat sambungan menyempit di tengah dan menghasilkan karakter yang tidak maksimal. 

Sebaliknya, terlalu lemah tekanan pada saat proses penyambungan, membuat karakter sambungan juga tidak melekat sesuai harapan. Dampaknya, beberapa kali pipa digunakan (Dengan tekanan), kebocoran, kerusakan atau sambungan yang jebol sangat mungkin terjadi.

Umumnya, tak ada standar pasti tekanan pipa yang akan disambung. Karena berdasarkan material, diameter dan standar tekanan (PN), kebutuhan tekanan akan berbeda satu dengan yang lain. Jam terbang dan pengetahuan tentang sambungan pipa yang baik dalam hal ini memegang peranan penting dalam hal ini.

Pemanasan,
Pemanasan pada sistem penyambungan but fussion dengan welding machine pada dasarnya dilakukan dengan menggunakan plat khsus. Plat ini memiliki dua sisi yang dapat digunakan untuk memanaskan dua pipa (atau fitting) dalam satu waktu.

Proses pemanasan biasanya dilakukan dengan sederhana, dalam hal ini, perubahan bentuk ujung pipa sering menjadi standar, apakah waktu pemanasan yang dilakukan sudah cukup atau belum. Terlalu lama akan membuat pipa kehilangan banyak bahan baku dibagian ujung. Begitu pula dengan terlalu cepat, tak akan memberi ujung sambungan yang sesuai dengan harapan (Dengan karakter yang akan disambung).

Selain itu, meski dapat menggunakan sistem sambungan yang sama, dengan sistem but fusion menggunakan welding maschine, tapi dua jenis pipa tak dapat disatukan. Seperti jenis pipaHDPE (PE100) dan jenis pipa PPR (PE80). Jika disatukan dengan sistem pemanas dan disambungkan tak akan menciptakan persenyawaan yang sempurna. Sehingga sambungan mudah putus dan rusak.

Cara pemasangan yang kurang presisi,
Dalam welding machine, terdapat sebuah clamp atau pengikat pipa agar tidak bergeser saat disambungkan. Alat ini akan mengikat kencang dua pipa atau fitting yang akan disambungkan. Lakukan simulasi, dan ukur apakah ujung keduanya saling bertemu untuk memastikan sambungan terjadi dengan sempurna. Tanpa perhitungan yang matang, kesalahan pemasangan berupa karakter ujung pipa yang merekat tidak sebagaimana mestinya tak mustahil akan terjadi.

Monday, 13 January 2014

Mengenal Fitting Injection Molded Untuk Pipa HDPE




Salah satu variasi penyambungan pipa HDPE adalah fitting jenis injection Molded. Seperti namanya, aksesoris ini dibuat dan dicetak sedemikian rupa dari pabrik, sehingga dapat langsung digunakan sebagai media sambungan pipa dengan menggunakan mesin pemanas pipa, atau yang biasa kita kenal dengan Welding Machine.

Dibanding dengan compression joint, perlengkapan sambung IM (Injection Molded) tidak dapat disambung secara manual. Karena perlu proses pemanasan untuk mengambung aksesoris ini dengan pipa atau sambungan yang lain.

Proses penyambungan aksesoris biasanya tak ubahnya penyambungan dengan pipa. Dimana ujung pipa akan dipanaskan sampai meleleh sebelum akhirnya disatukan satu dengan yang lain. Seperti karakter pipa, jenis sambungan ini memiliki kekuatan yang hampir sama, bahkan lebih kuat, jika semua cara dilakukan dengan baik dan benar.

Pada dasarnya cara penyambungan dengan cara ini tidak hanya bisa dilakukan dengan cara Injection Molded saja, tapi juga dapat dilakukan dengan sistem fitting segmented. Fitting segmented biasanya dilakukan dengan menggunakan bahan pipa yang dipotong-potong, sehingga didapat belokan untuk kebutuhan sambungan pipa tertentu. Sementara untuk sambungan IM, cara ini telah disiapkan terlebih dahulu, karena pada dasarnya fitting tersedia sejak awal dari pabrik (Buatan pabrik).

Selain sistem pembuatan yang berbeda, bahan baku kedua fitting yang dapat disambung dengan cara yang sama ini berbeda satu dengan yang lain. Bila segmented joint terbuat dengan bahan yang sama, jenis fitting IM terbuat dari thermo plastik PP. Bahan yang sama digunakan untuk jenis pipa PPR, yang biasa digunakan untuk saluran air panas dan dingin bertekanan.

Tak hanya itu, jika pada segmented join fitting dibedakan berdasarkan PN (Seperti pipa HDPE). Sementara untuk tipe IM, varian PN tidak berlaku, ini artinya, fitting bisa digunakan dengan pipa dari beragam jenis PN.
Jenis sambungan dengan mesin, seperti IM pada dasarnya sangat cocok untuk sambungan pipa berdiameter besar. Berbeda dengan sistem compression joint yang lebih cocok untuk sambungan pipa berdiameter kecil atau dibawah 4 inci kebawah.

Bagi ukuran populer, IM biasanya sangat mudah dijumpai di pasaran. Hanya saja, tak semua ukuran kadang ready stock. Seperti ukuran 225mm (8”), 75mm (2-1/2) yang jarang digunakan oleh konsumen. Sehingga proses produksinya jarang sekali dilakukan. Hal ini yang membuat material agak susah dicari dipasaran.

Thursday, 9 January 2014

Kenapa Tekanan Pipa HDPE Saya Tidak Sesuai?

Pipa HDPE

Kebocoran karena tekanan yang terlalu besar pipa HDPE adalah hal wajar yang  sering terjadi karena ketidak jelian kita menggunakan pipa untuk proses instalasi. Tapi apa jadinya jika kita sudah benar memilih pipa dengan PN tertentu sesuai dengan tekanan, tapi tetap saja rusak? Faktor apa yang sering tertinggal di kita saat melakuakan instalasi? Jika hal ini sering terjadi pada Anda, bisa jadi berikut alasannya.

Sebagai pipa untuk saluran air bertekanan, variasi kebutuhan pipa sering didasarkan atas beberapa karakter, salah satunya satuan PN. Standar ini biasanya berlaku satu hitungan untuk ketentuan standar nasional (Indonesia) atau internasional.

Lalu, apakah satuan tekanan ini bisa salah, mengingat kejadian diatas bisa saja terjadi? Atau apakah ada kesalahan dari cara pemasangan yang membuat instalasi pipa bekerja tidak sesuai dengan harapan?
Pada dasarnya banyak elemen yang sering berpengaruh dalam hal proses instalai pipa HDPE. Selain pemilihan aksesoris yang tepat, sistem pemasangan yang baik dan teknik sambung yang benar, faktor lain diluar hal tersebut adalah lingkungan. Dalam hal ini suhu udara, karena instalasi sering berbeda jika dilakukan di beberapa jenis suhu.

Seperti halnya pipa yang lain, suhu sering berpengaruh pada kondisi pipa saat digunakan sebagai media saluran. Karena hal ini bisa berarti, perubahan suhu bisa berpengaruh pada kualitas pipa, meski secara fisik (dari luar), kondisi pipa tampak baik-baik saja, alias tidak terjadi perubahan yang signifikan.

Pada dasarnya, pipa dengan bahan baku polietilen berdensitas tinggi ini diproduksi untuk kondisi ekstrem. Dimana jenis ini mampu bertahan di lingkungan beku sampai kawasan dengan suhu sampai 70°C. Material yang baik, seakan menjamin pipa tak mudah rusak, jika digunakan sesuai saran , atau sesuai dengan tekanan atau PN (Pressure Nominal) yang digunakan.


Karena peningkatan suhu biasanya akan berdampak pada penurunan kualitas karakter PN sebuah pipa. Ini artinya, kekuatan tekanan pipa HDPE akan berkurang seiring peningkatan suhu lingkungan sekitar.

Wednesday, 18 December 2013

Tips Instalsai pipa PPR




Meski dibuat dengan bahan baku istimewa, prosedur instalasi pipa PPR tetap harus dipatuhi agar instalasi memiliki usia seperti yang diharapkan. Meski kadang Anda merasa sudah benar (Dalam    proses instalasi), bisa jadi karena hal kecil seperti di bawah, kegiatan yang Anda lakukan jadi sia-sia.

Pada dasarnya, produk pipa berbahan dasar Polypropylene digunakan untuk saluran air panas dan dingin bertekanan. Bahan yang lebih baik dari material PVC membuat pipa jenis ini memiliki usia penggunaan lebih lama. Berikut tips instalasi pipa yang mungkin akan berguna untuk Anda :

Selalu menggunakan komponen produk yang direkomendasikan. Pada dasarnya, aksesoris fitting pipa memiliki bentuk yang hampir sama satu dengan yang lain. Seperti pipa HDPE dan Pipa PPR. Meski sama, aksesoris PPR yang dipasang dengan jenis pipa HDPE akan bertolak belakang dan tidak bersenyawa. Sehingga saat disambung bahan ini sering patah, dan begitu pula sebaliknya.

Selalu perhatikan suhu lingkungan sekitar saat melakukan penyambungan. Pada dasarnya, proses penyambungan harus dilakukan di suhu lingkungan tertentu. Diantaranya suhu yang tak terlalu dingin, atau minimal 5°C. Sementara itu, untuk keperluan melengkungkan pipa, suhu yang diperlukan tak kurang dari 15°C.

Untuk hasil yang maksimal, hindarkan pipa dari benda-benda yang dapat merusak. Seperti benda dengan permukaan tajam dan keras. Karena sedikit gesekan saja jika dibiarkan akan berakibat fatal bagi seluruh instalasi pipa secara keseluruhan.

Seperti halnya pipa plastik, jauhkan material dari sumber panas atau api. Karena umumnya hal ini akan berdampak serius untuk kontak dalam waktu yang agak lama. Untuk itu, saat pemasangan, jauhkan sumber panas atau api dari bagian pipa (Kecuali ujung yang hendak disambung).

Untuk mendapatkan hasil sambungan yang maksimal, jangan lupa gunakan seal teflon dan sealing compound. Prosedur ini biasanya berlaku untuk berbagai jenis pipa, baik pipa PVC sampai pipa besi. Hal ini juga berlaku untuk jenis pipa propylene.

Hindari kerusakan dengan melindungi pipa propylene dari las pipa besi. Biasanya kerusakan akibat penyambungan dengan pipa besi biasanya sering didapat dari jenis pipa PPR. Untuk itu saat disambungkan, usahakan melindungi pipa ini dari proses pemanasan.

Saat melakukan uji tekanan pada pipa dan sambungan, sebaiknya dilakukan tahapan yang benar. Diantaranya menggunakan penutup pipa (Pada ujung), sehingga didapat tekanan konstan di seluruh sambungan pipa.

Untuk melakukan prosedur yang benar, sehingga didapat usia pemakaian yang maksimal, maka Ikuti proses penyambungan sesuai dengan prosedur. Karena sedikit saja kesalahan yang terabaikan, akan berdampak sangat signifikan pada pemasangan pipa PPR di kemudian hari.

Friday, 6 December 2013

Mengenal Karakteristik Mesin Manual Pipa HDPE


Salah satu elemen paling penting dalam sistem instalasi adalah teknik penyambungan, salah satunya dengan Mesin Manual Pipa HDPE. Meski sekilas lebih rumit, cara ini justru akan membuat proses penyambungan lebih sederhana, karena tanpa aksesoris penyambungan dan sebagainya.

Sampai saat ini, terdapat dua jenis mesin penyambung pipa yang bisa Anda temui di pasaran. Yakni mesin sambung manual dan hidrolis. Kedua jenis mesin ini dibedakan oleh teknik pengerjaan, diantaranya, sistem manual dan otomatis (Hidrolis). Karena fungsinya, kedua mesin ini ditawarkan dengan harga berbeda satu dengan yang lain.

Dengan harga mesin sambung manual lebih murah ketimbang jenis mesin sambung hidrolis (otomatis), yang menggunakan kompresi sebagai dorongan. Dan kali ini kita akan mencoba membahas karakteristik dari mesin sambung pipa manual.

Tak hanya untuk satu jenis pipa, biasanya mesin ini dapat digunakan untuk beberapa jenis produk pipa, seperti Pipa berjenis HDPE, PPR, dan PVDF yang kesemuanya berbahan dasar thermo plastic. Dan pada dasarnya, teknik penyambungan dilakukan dengan cara yang sama. Hanya saja, untuk beberapa jenis pipa memiliki waktu pemanasan berbeda satu dengan yang lain.
Mesin Sambung PipaHDPE manual, saat ini ditawarkan dengan dua jenis yang bisa Anda temukan dipasar. Diantaranya tipe SHDS 160 dan SHDS 200. Seperti namanya, kedua alat ini dibedakan berdasar kebutuhan sambung diameter pipa.

Untuk jenis SHDS 200, Anda bisa memilih 2 varian mesin sesuai dengan kebutuhan. Diantara mesin manual SHDS 200 tipe 4 clamp dan tipe manual 2 clamp. Kedua jenis ini dibedakan berdasar panel pendorong yang ada di alat ini.

Untuk tipe SHDS 160, pipa yang dapat disambung antara lain berdiameter terkecil 50mm (1 ½”) sampai ukuran pipa terbesar 160mm (6”). Sementara untuk tipe SHDS200, diameter pipa yang bisa disambung antara 90mm (3”) sampai 200mm (8”).

Meski berbeda tipe kedua jenis mesin ini memiliki sistem kerja yang hampir sama satu dengan yang lain. Diantaranya panel pengekang yang dapat memaju mundurkan pipa untuk disambung satu dengan yang lain. Panel ini digerakkan secara manual dengan tenaga manusia setelah kedua ujung (pipa atau akesoris) disambung satu dengan yang lain.

Dimensi yang tak terlalu besar, dan berat masing-masing 57Kg dan 66Kg, membuat alat ini dapat dibawa kemana-mana bahkan di tempat dengan alternatif jalan buruk. Sehingga mempermudah teknis transportasi dan penyambungan.

Dengan sistem pemanas, dan pengukur suhu, alat ini menggunakan daya listrik, sehingga mempermudah aplikasinya karena tak perlu bahan bakar cair dan sebainya. Kedua alat diciptakan user friendly, sehingga dapat digunakan dan di operasikan siapa saja.


Kedua Harga MesinPenyambung Pipa ini ditawarkan berbeda satu dengan yang lain. Dengan SHDS160 yang dibandrol Rp 20juta dan jenis SHDS200 yang dijual dengan harga berkisar Rp 25 juta per unitnya.

Tuesday, 3 December 2013

Rumah Bocor? Jangan Dulu Salahkan Pipa PVC Anda




Musim hujan datang, dan perubahan musim sering berdampak munculnya permasalahan kebocoran. Jika hal ini terjadi di atap rumah, jangan terburu menyalahkan pipa PVC anda. Karena bisa jadi beberapa permasalahan di bawah penyebabnya.

Kebocoran yang ada dirumah tak selalu disebabkan karena instalasi pipa, atau bahan pipa itu sendiri (rusak). Karena proses instalasi elemen lain, juga bisa jadi faktor utama penyebab hal ini terjadi di rumah Anda. Jadi sebelum berprasangka buruk dengan pipa, ada baiknya Anda perhatikan beberapa kendala yang sering menyebabkan kebocoran di rumah, berikut diantaranya.

  • Proses instalasi genteng yang salah. Sering berakibat kebocoran tapi juga sering dilalaikan banyak orang. Hal ini yang sering terjadi pada saat kita membangun instalasi atap dengan tingkat kemiringan yang salah. Dalam hal ini idealnya genteng dipasang dengan tingkat kemiringan 30°-40°. Karena dengan tingkat kemiringan yang tepat, kemungkinan air langsung jatuh ke tanah semakin besar. Hal ini membuat kemungkinan air tertahan di genteng semakin kecil. Dan hal ini jika kurang diperhatikan dapat meningkatkan risiko kebocoran.
  • Minimalkan sambungan pada Pipa PVC dan genteng. Cara ini biasanya sering digunakan untuk mengantisipasi kebocoran terjadi. Tapi dalam jangka waktu beberapa tahun, cara ini justru memberi ruang tersendiri, karena bahan yang rusak terpapar sinag UV dan sebagainya. Hal ini yang pada akhirnya menyebabkan kebocoran terjadi di dalam rumah. Untuk mencegah hal ini terjadi, minimalkan penggunaan sambungan, dengan menata genteng berjarak optimal.
  • Pemasangan genteng yang kurang benar. Pada dasarnya, kebocoran atap sering terjadi karena adanya lubang yang menganga. Dan fungsi atap (Genteng), adalah menahan aliran air dari hujan untuk dialirkan di tanah. Dan jika hal ini berlubang, secara otomatis air akan jatuh dan terjadi kebocoran di dalam rumah secara otomatis.
  • Tak hanya genteng, pastikan bagian ini juga tak berlubang. Dalam beberapa kasus, instalasi atap genteng sering dilakukan dengan beberapa lapisan, diantaranya dengan menggunakan karpet talang. Hal ini sering mengakibatkan kebocoran, meski proses instalasi genteng telah dilakukan dengan baik dan benar.
  • yang terakhir dan harus dilakukan untuk menghindari banjir didalam rumah karena kebocoran adalah asesoris lain penutup celah. Selain karpet talang, lapisi beberapa bagian yang berisiko memberi celah dengan bahan khhusus berkualitas. Dalam hal ini menggunakan produk waterprove yang  baik dan bekerja dengan benar sebagai penutup celah. Untuk memastikan hal ini bekerja dengan baik dan benar, ganti bahan secara periodik, dan pastikan hal ini terpasang dengan sempurna.

Kualitas atap kadang tak bisa diukur dengan kualitas pipa yang digunakan. Bahkan jika Anda menggunakan jenis pipa HDPE sekalipun, jika faktor penunjang lain kurang diperhatikan, maka bukan mustahil kebocoran akan kerap terjadi. Membuat rumah menjadi kurang nyaman terutama pada saat hujan tiba.